Jum’at,13 Januari 2012
Semua masalah yang ku pendam meledak...
Pemicunya adalah beliau yang terhormat...
Terima kasih karena bersedia menguji
kesabaranku...
Terima kasih karena telah melatihku menghadapi
ujian yang begitu berat...
Bola mataku terasa penuh saat ku menuruni tangga
gedung itu...
Sesaat ku berhenti untuk menguatkan hati dan
langkahku...
Namun kepercayaan diriku untuk terus bertahan
menguap ketika seseorang bertanya mengapa aku menangis
Ku katakan tidak apa-apa
Hingga ku terdiam di antara teman-temanku di
teras sebuah mushola...
Sejenak ku mencoba bertahan, bergeming saat
seseorang bertanya padaku...
Selepas itu pun suara bantingan buku memecah
keheningan...
Ku berlari masuk ke mushola dan bebas...
Bebas untuk mencurahkan isi hati dan isi kelenjar
air mataku...
Semua kristal air itu jatuh tak tertahan lagi...
Biarkanlah membanjiri hatiku yang kering dan
gersang dari jelaga kebahagiaan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar